Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

29 January 2022

Petani Kacang Komak Raih Untung, Potensial Dibudidayakan

Petani Kacang Komak Raih Untung, Potensial Dibudidayakan
Tanaman Kacang Komak Berpotensi Dibudidayakan untuk Meningkatkan Keuntungan Petani.
29 January 2022

Petani Kacang Komak Raih Untung, Potensial Dibudidayakan

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian gencar mengenalkan komoditas pangan lokal yang memiliki potensi budi daya yang baik. Salah satu upaya pengenalan komoditas pangan lokal yang dilakukan Kementan yaitu melalui webinar propaktani pada Jumat, 28 Januari 2022 yang mengangkat tema “Potensi Kacang Komak di Provinsi Nusa Tenggara Barat”.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Lestari Ujianto selaku Kepala LPMPP mengatakan kacang komak memiliki potensi untuk dikembangkan di lahan kering Nusa Tenggara Barat. Pada paparannya, Lestari menjelaskan mengenai komoditas kacang komak. “Tanaman kacang komak toleran terhadap lahan yang kurang perairan. Tanaman ini memiliki akar tunggang, sehingga bisa menyerap air yang jaraknya jauh,” paparnya.

Dalam acara yang sama, Moh. Abadi, selaku Kadistan Kabupaten Lombok Timur memaparkan bahwa tanaman kacang komak biasanya ditanam secara tumpang sari dengan padi atau jagung. “Hasil maksimal bisa didapatkan kalau budi daya dilakukan secara intensif ” ujarnya.

Lebih lanjut, Tresnahadi, selaku Kadis KP Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara menyampaikan tentang cara budi daya tanaman kacang komak. Tidak ada penyemaian dalam budi daya kacang komak, bibit langsung ditanam. Kebutuhan bibit sekitar 2 kg/ha dan penanaman dilakukan saat musim hujan atau bersamaan dengan waktu tanam padi. Penanaman dilakukan cara di tugal dengan setiap lubang terdiri dari 1-2 biji. Pemasangan ajir dilakukan saat tanaman berumur 45 hari. Pemeliharaan dilakukan bersamaan dengan tanaman utama (padi/jagung). Panen dilakukan saat berumur 6-7 bulan. Kriteria panen yaitu ketika seluruh bagian tanaman sudah berwarna coklat.

Pak Rais, selaku petani kacang komak menyatakan bahwa dirinya lebih untung setelah membudidaya kacang komak. “Komak lebih menguntungkan dari tanaman lain. Selain itu, biaya yang diperlukan untuk budi daya juga tidak begitu banyak.” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menyampaikan bahwa pangan lokal harus gencar dipopulerkan dan dibudidaya. “Indonesia kaya akan sumber pangan lokal. Ternyata pangan lokal bisa menghasilkan energi tubuh yang luar biasa dan tidak dimiliki oleh tanaman-tanaman lokal di wilayah lain sehingga perlu adanya peningkatan dalam budi daya tanaman pangan lokal.” tuturnya.(ND)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *