Komisi IV DPR RI Tinjau Stok Pangan DIY, Jelang Ramadhan Dipastikan Aman
Komisi IV DPR RI Tinjau Stok Pangan DIY, Jelang Ramadhan Dipastikan Aman
Pilarpertanian - Komisi IV DPR RI meninjau Gudang Perum Bulog Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (12/2/2026), untuk memastikan kesiapan stok pangan menjelang Ramadhan 1447 H/2026.
Kunjungan ini dilakukan guna memastikan stok dan distribusi pangan strategis nasional dalam kondisi aman dan terkendali.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan stok pangan nasional dalam kondisi aman dan lebih dari cukup hingga Idulfitri 2026. Pasokan bahkan diprediksi surplus selama Ramadhan.
“Tidak ada alasan harga naik. Stok cukup, pedagang tidak boleh menjual di atas HET,” tegas Mentan Amran.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto menyampaikan hasil peninjauan menunjukkan stok beras Bulog mencukupi dan berkualitas baik.
“Kami optimistis stok akan terus bertambah seiring panen raya di DIY,” ujarnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menambahkan, Kementerian Pertanian menjaga ketersediaan melalui percepatan tanam sejak akhir 2025 sebagai langkah antisipatif.
“Melalui program Cetak Sawah Rakyat dan optimalisasi lahan, produksi dijaga tetap stabil. Penyuluh juga mendampingi petani hingga panen dan kami berkoordinasi dengan Bulog serta Bapanas untuk memastikan distribusi lancar,” jelasnya.
Mewakili Gubernur DIY, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Noviar Rahmat menyatakan stabilitas harga menjadi perhatian utama Pemda menjelang Ramadhan.
“Kami berkomitmen menjaga harga tetap terkendali dan pasokan terpenuhi,” katanya.
Direktur Pemasaran Perum Bulog DIY Febby Novita mengungkapkan stok saat ini mencapai 134 ribu ton.
“Menjelang panen raya, Bulog siap menyerap gabah dan beras petani. Harga pembelian Rp6.500/kg untuk gabah dan Rp12.000/kg untuk beras,” jelasnya.
Sinergi pemerintah pusat, daerah, DPR RI, dan Bulog memastikan ketersediaan serta stabilitas pangan di DIY jelang Ramadhan 2026 dalam kondisi aman sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang.(ND)

