Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

29 July 2026

Mentan Amran Ajak Anak Muda Bangun Pertanian, IKA BEM Nusantara Siap Bergerak

Mentan Amran Ajak Anak Muda Bangun Pertanian, IKA BEM Nusantara Siap Bergerak
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Saat Menerima Audiensi Pengurus Besar Ikatan Alumni BEM Nusantara di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.
29 July 2026

Mentan Amran Ajak Anak Muda Bangun Pertanian, IKA BEM Nusantara Siap Bergerak

Pilarpertanian - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda mengambil peran sebagai pelaku utama pembangunan pertanian nasional. Menurutnya, sektor pertanian tidak lagi identik dengan cara-cara konvensional, tetapi telah bertransformasi menjadi sektor modern berbasis teknologi yang membuka peluang besar bagi anak muda untuk berwirausaha, berinovasi, sekaligus berkontribusi mewujudkan swasembada pangan.

Ajakan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menerima audiensi Pengurus Besar Ikatan Alumni (IKA) BEM Nusantara di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (27/7).

Mentan Amran menegaskan bahwa masa depan pertanian Indonesia sangat bergantung pada lahirnya generasi muda yang berani terjun ke sektor pertanian dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi modern. Menurutnya, regenerasi petani tidak cukup hanya mengajak anak muda turun ke sawah, tetapi harus dibarengi dengan perubahan cara pandang bahwa pertanian merupakan sektor bisnis modern yang menjanjikan.

“Jangan biasakan bergantung pada proposal atau meminta bantuan. Bangun kemampuan, ciptakan karya, dan jadilah pencipta lapangan kerja. Kalau punya kemampuan, peluang akan datang dengan sendirinya,” ujar Mentan Amran.

Ajakan tersebut mendapat respons positif dari Pengurus Besar IKA BEM Nusantara. Ketua Umum PB IKA BEM Nusantara, Tomy Suswanto, mengaku mendapatkan banyak inspirasi setelah berdialog langsung dengan Mentan Amran.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Menteri karena di tengah kesibukan beliau masih menyempatkan waktu untuk berdialog dan menyerap aspirasi kami. Banyak pandangan beliau yang menjadi motivasi bagi kami sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Tomy.

Menurutnya, berbagai pesan yang disampaikan Mentan Amran semakin menguatkan komitmen mahasiswa dan alumni BEM Nusantara untuk terlibat aktif dalam pembangunan sektor pertanian.

Tomy mengatakan organisasinya bahkan telah membentuk Brigade Pangan di Desa Sukabudi, Kecamatan Sukawangi, Jawa Barat. Inisiatif tersebut mendapat dukungan penuh dari Mentan Amran agar dapat diperluas ke berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

Ia juga menilai kepemimpinan Mentan Amran telah membuktikan bahwa sektor pertanian mampu menghasilkan capaian nyata bagi bangsa.

“Kami melihat beliau memiliki karakter kerja nyata. Program swasembada pangan bukan sekadar wacana, tetapi sudah dibuktikan dengan berbagai capaian. Itu menunjukkan kepemimpinan yang benar-benar bekerja untuk bangsa,” katanya.

Menurut Tomy, keberhasilan pemerintah meningkatkan produksi pangan hingga memperkuat cadangan beras nasional menjadi bukti bahwa pertanian kini menjadi sektor strategis yang layak digeluti generasi muda.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal PB IKA BEM Nusantara, Eko Saputra, mengaku semakin yakin bahwa pertanian merupakan sektor yang menjanjikan setelah mendengar langsung paparan Mentan Amran.

“Pak Menteri sangat ramah, sangat cerdas, berwawasan, dan memberikan energi positif kepada kami. Beliau mengajak anak-anak muda untuk tidak malu menjadi petani karena pertanian adalah masa depan Indonesia,” ujar Eko.

Mahasiswa asal Aceh tersebut mengajak generasi muda dari Aceh hingga Papua untuk bersama-sama membangun pertanian Indonesia melalui inovasi dan kolaborasi dengan Kementerian Pertanian.

“Saya mengajak seluruh anak muda Indonesia untuk bersama-sama membangun pertanian di daerah masing-masing. Mari menjadi petani yang cerdas, modern, dan membangun bangsa melalui sektor pertanian. Kalau desa maju, negara akan kuat,” katanya.

Eko juga mengaku terkesan dengan pesan Mentan Amran yang menekankan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh ijazah, tetapi juga oleh kemampuan, kemauan belajar, dan kerja keras.

“Kami pulang membawa semangat baru. Kami akan kembali ke daerah masing-masing untuk menggerakkan masyarakat dan mengembangkan pertanian sesuai potensi daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eko turut menyampaikan kondisi pertanian di Kabupaten Bireuen, Aceh, yang masih membutuhkan dukungan penguatan irigasi dan bantuan benih pascabencana. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan generasi muda dapat mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.

Audiensi ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan generasi muda dalam mendukung swasembada pangan nasional. Melalui keterlibatan mahasiswa dan alumni BEM Nusantara, Kementan optimistis regenerasi petani akan semakin kuat dan mampu melahirkan pelaku-pelaku pertanian modern yang menjadi penggerak ketahanan pangan Indonesia.(PW)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *