Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

11 March 2026

Kementan Gandeng Champion Cabai dan Bawang Merah, Hadirkan Harga Terjangkau Jelang Lebaran

Kementan Gandeng Champion Cabai dan Bawang Merah, Hadirkan Harga Terjangkau Jelang Lebaran
Penyaluran Komoditas Cabai Di Bawah Harga Pasar Eceran Jakarta kepada Masyarakat oleh Kementerian Pertanian.
11 March 2026

Kementan Gandeng Champion Cabai dan Bawang Merah, Hadirkan Harga Terjangkau Jelang Lebaran

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah stabilisasi harga komoditas strategis dengan menghadirkan pasokan cabai dan bawang merah dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Menggandeng Asosiasi Champion Cabai Indonesia dan Champion Bawang Merah Indonesia, pemerintah kembali menyalurkan komoditas tersebut langsung kepada konsumen rumah tangga dengan harga di bawah harga pasar eceran Jakarta.

Penyaluran perdana dilaksanakan di Toko Tani Modern Pasar Minggu serta di 20 titik pasar eceran yang dikelola PD Pasar Jaya secara bergantian agar masyarakat dapat memperoleh cabai dan bawang merah dengan harga terjangkau serta lebih dekat dengan domisili tempat tinggal.

Program yang berlangsung pada 10–19 Maret 2026 ini menghadirkan sekitar 500 kilogram cabai rawit merah dan cabai merah keriting dengan harga Rp30 ribu dan Rp20 ribu per 0,5 kilogram. Selain itu, bawang merah juga dipasok dengan kisaran harga Rp15–20 ribu per 0,5 kilogram selama aksi berlangsung.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, M. Taufiq Ratule, menyampaikan bahwa kolaborasi antara Kementan dan para champion telah berlangsung cukup lama dan menjadi langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen.

“Ini merupakan arahan langsung Bapak Menteri Pertanian untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok, khususnya cabai dan bawang merah, dengan harga yang baik bagi masyarakat. Apalagi sebentar lagi memasuki momentum Idul Fitri. Kita ingin petani dan masyarakat dapat menikmati momen Lebaran dengan tenang,” ujar Taufiq (10/3/2026).

Ia menambahkan, pasokan komoditas didatangkan dari beberapa sentra produksi utama, antara lain Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah, yang selama ini menjadi daerah penyangga produksi cabai dan bawang merah nasional.

Ketua Champion Cabai Indonesia, Ardhi menyatakan bahwa champion bersama mitra petani siap mendukung langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah, termasuk dalam pelaksanaan aksi stabilisasi harga seperti saat ini,” ujarnya.

Senada, Ketua Champion Bawang Merah Indonesia, Alex menegaskan komitmen petani bawang merah untuk menjaga ketersediaan pasokan selama periode meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.

“Petani bawang merah siap bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga. Dengan distribusi yang baik, petani tetap mendapatkan pasar, sementara masyarakat memperoleh harga yang lebih terjangkau,” jelas Alex.

Program ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah seorang ibu rumah tangga, Juleha, mengaku terbantu dengan adanya pasokan komoditas dengan harga terjangkau tersebut saat ditemui di Toko Tani Modern Pasar Minggu.

“Alhamdulillah sangat membantu kami sebagai ibu rumah tangga. Harga cabai dan bawang merah di sini jauh lebih terjangkau, jadi kebutuhan dapur sehari-hari bisa lebih hemat,” ungkap Juleha.

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Agung Sunusi menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan aksi stabilisasi harga ini.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan PD Pasar Jaya, Satgas Pangan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta rekan-rekan di Direktorat H2H beserta tim sehingga pelaksanaan aksi pada hari pertama dapat berjalan dengan lancar. Antusiasme masyarakat juga sangat tinggi, terbukti cabai rawit merah, cabai merah keriting, dan bawang merah terjual habis,” tuturnya.

Menurut Agung, sinergi berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memberikan efek psikologis positif bagi pasar sehingga harga dapat bergerak menuju kondisi yang lebih stabil.

“Harapannya, petani tersenyum dan konsumen pun bahagia,” tutup Agung.(ND)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *