Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

30 November 2025

Mentan Amran Sampaikan Kepedulian untuk Sumbar

Mentan Amran Sampaikan Kepedulian untuk Sumbar
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Mengatakan Bahwa Bantuan Bencana Berupa Bantuan Pangan Akan Disalurkan Ke Masyarakat Terdampak Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
30 November 2025

Mentan Amran Sampaikan Kepedulian untuk Sumbar

Pilarpertanian - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuka keynote speech pada Kongres VII Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) dengan menyampaikan kepedulian mendalam terhadap masyarakat Sumatera Barat yang tengah menghadapi bencana alam. Ia menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah bergerak cepat memberikan dukungan pangan serta bantuan strategis untuk mempercepat pemulihan daerah.

Sebagai bagian dari langkah cepat itu, Kementan bersama lembaga terkait memastikan penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Total bantuan yang disalurkan ialah 10.614 ton beras dan 1.954 ton minyak goreng untuk Aceh, 16.894 ton beras dan 3.108 ton minyak goreng untuk Sumatera Utara, serta 6.795 ton beras dan 1.250 ton minyak goreng untuk Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Mentan Amran menegaskan bahwa khusus untuk Sumatera Barat, Kementan telah menyiapkan 6.794 ton cadangan beras untuk dua bulan ke depan, 1.358 kiloliter minyak goreng, tambahan 358 ton beras, serta dukungan benih padi dan jagung untuk kebutuhan 10.000 hektare lahan tanam.

“Tim kami sudah berada di lapangan untuk membantu saudara-saudara kita yang kesulitan. Setiap kali daerah membutuhkan, Kementan selalu siap bekerja cepat. Kesiapsiagaan pangan sangat penting, terutama menghadapi dinamika cuaca dan situasi lapangan,” ujar Mentan Amran dalam sambutan secara online, Sabtu (29/11/2025).

Sebelumnya, Mentan Amran juga menegaskan bahwa cadangan pangan nasional dalam kondisi sangat aman sehingga pemerintah dapat segera mengeluarkan stok bantuan setelah bencana terjadi.

“Ini saudara-saudara kita di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Ada bencana banjir. Pemerintah akan mengirim bantuan. Yang pertama adalah beras dan minyak goreng,” tegasnya.

Distribusi bantuan dilakukan secara terpadu dengan dukungan Bapanas, Bulog, Satgas Pangan, TNI, dan unsur pemerintah daerah. Mentan Amran juga memastikan dirinya akan turun langsung mengecek kondisi di lapangan.

Sementara itu, Ketua IKA Universitas Andalas periode 2021–2025, Dr. Rustian, menegaskan bahwa intensitas bencana yang tinggi di Indonesia membutuhkan sinergi yang kuat, termasuk kontribusi dari para alumni perguruan tinggi.

“Kalau kita lihat di peta rawan bencana, warnanya hanya dua saja, merah dan kuning. Artinya tinggi dan sedang, tidak ada yang rendah. Jadi artinya kehadiran alumni Unand sangat dipentingkan di dalam memberikan kontribusi di dalam penanggulangan bencana,” kata Rustian.

Ia juga menambahkan bahwa bencana terjadi hampir setiap hari di berbagai daerah.

“Hampir rata-rata setiap hari ini bencana yang terjadi dari Sabang sampai Merauke itu 15 sampai dengan 20 kali kejadian bencana. Itu yang ditangani oleh pusat. Kalau yang ditangani daerah itu tidak terdaftar, mungkin lebih. Sehari, tiap hari ini mungkin ada 50-an lebih,” imbuhnya.

Dengan kolaborasi seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pangan, dan jaringan alumni perguruan tinggi, Mentan Amran meyakini bahwa pemulihan pascabencana dapat dilakukan lebih cepat serta ketahanan pangan masyarakat dapat tetap terjaga.(PW)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *