Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

11 March 2026

Sinergi Kementan dan Polri Dongkrak Produksi Jagung, Impor Pakan Kini Nol Persen

Sinergi Kementan dan Polri Dongkrak Produksi Jagung, Impor Pakan Kini Nol Persen
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Mengapresiasi Jajaran Polri dalam Mendukung Program Peningkatan Produksi Jagung Nasional.
11 March 2026

Sinergi Kementan dan Polri Dongkrak Produksi Jagung, Impor Pakan Kini Nol Persen

Pilarpertanian - Sinergi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia berhasil mendorong peningkatan produksi jagung nasional. Dampak nyata dari kolaborasi tersebut terlihat dari peningkatan produksi jangung nasional sehingga Indonesia mampu mencukupi kebutuhan pakan ternak nasional dan menekan impor hingga nol persen.

Produksi jagung pada 2026 diproyeksikan mencapai 18 juta ton pipilan kering, didukung peningkatan hasil panen 4,18% pada kuartal awal 2026. Berkat surplus dan stok carry over mencapai 4,5 juta ton dari 2025, pemerintah menghentikan impor jagung di 2026.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 16,16 juta ton, meningkat 1,02 juta ton atau 6,74 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang sebesar 15,14 juta ton.

Pada periode awal 2026, BPS juga mencatat potensi luas panen jagung masih menunjukkan tren positif. Pada periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 0,86 juta hektare, dengan potensi produksi sekitar 4,94 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14 persen.

Terkait capaian tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri mulai dari tingkat pusat hingga daerah atas dukungan dalam program peningkatan produksi jagung nasional.

“Satu kata, saya ucapkan terima kasih kepada Kepolisian Republik Indonesia, Pak Kapolri, Wakapolri, hingga Kapolda dan Kapolres. Produksi kita meningkat satu juta ton dan itu tidak mudah. Kita juga sudah swasembada jagung untuk pakan, impor pakan sekarang nol persen. Ini berita baik bagi kita semua,” ujar Mentan Amran di Kementan pada Rabu (11/03/2026).

Selain itu, impor jagung untuk kebutuhan industri pangan juga menunjukkan penurunan signifikan. Jika sebelumnya mencapai sekitar 1,4 juta ton, kini turun menjadi sekitar 800 ribu ton, menandakan semakin kuatnya kemampuan produksi dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan nasional.

Menurut Mentan Amran, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang kuat antara pemerintah, aparat, dan petani di lapangan.

“Jangan hanya melihat target luas tanam yang belum sepenuhnya tercapai. Faktanya, impor pakan sudah nol persen. Ini kontribusi dari kerja sama, sinergi, dan kolaborasi dengan kepolisian,” katanya.

Sementara itu, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Anwar menjelaskan bahwa Polri terus mengoptimalkan program peningkatan produksi jagung melalui berbagai langkah dari hulu hingga hilir.

Ia menyebutkan bahwa program penanaman jagung secara nasional menargetkan 1 juta hektare lahan tanam. Hingga saat ini realisasi penanaman telah mencapai sekitar 650 ribu hektare dan terus dimaksimalkan agar dapat melampaui target tersebut.

“Optimalisasi dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari modernisasi alat pertanian, penyediaan benih dan pupuk, hingga dukungan pada aspek hilir seperti penampungan dan pemasaran hasil panen,” ujar Anwar.

Program penanaman jagung tersebut dilaksanakan melalui berbagai skema kerja sama, termasuk dengan kelompok tani binaan Polri, program perhutanan sosial, organisasi masyarakat, hingga pemilik lahan perorangan. Nantinya, hasil panen jagung dari program tersebut akan diserap oleh Perum Bulog guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat petani.

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan seperti bencana alam, anomali cuaca, serta kondisi lahan yang beragam, pemerintah bersama Polri tetap berkomitmen meningkatkan produksi jagung nasional. Ke depan, jagung tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak dan industri pangan, tetapi juga berpotensi dikembangkan untuk kebutuhan energi seperti bioetanol.(PW)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *