Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

05 April 2025

Tak Perlu Cemas, Pasokan Aman, Harga Bawang Merah Berangsur Normal Kembali

Tak Perlu Cemas, Pasokan Aman, Harga Bawang Merah Berangsur Normal Kembali
Area Pertanian Bawang Merah Siap Panen untuk Menyokong Pasokan Di Pasaran dan Stabilnya Harga.
05 April 2025

Tak Perlu Cemas, Pasokan Aman, Harga Bawang Merah Berangsur Normal Kembali

Pilarpertanian - Dinamika harga bahan pangan pokok masih mewarnai berbagai headline media dalam beberapa pekan menjelang dan setelah lebaran. Tak luput dari sorotan adalah komoditas bawang merah, yang setiap momen lebaran trend harganya cenderung naik. Penyebabnya ditengarai lebih karena masih belum normalnya aktivitas jual beli baik di pasar induk maupun eceran. Para pedagang besar rata-rata masih belum beraktivitas normal. Belum lagi tenaga kerja di sektor hulu antara lain tenaga panen, perogolan hingga pengiriman rata-rata masih menikmati suasana lebaran.

Namun seiring dengan makin mendekati hari masuk kerja, pasokan bawang merah dari sentra produksi ke pasar induk terpantau makin meningkat. Pasokan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), sebagai salah satu barometer harga nasional, berangsur naik meski belum sepenuhnya normal.

Menurut salah satu petugas PIKJ, Suminto, menyebutkan, bahwa sejak jam 8 pagi hari ini (4/4) sebanyak 18 mobil atau setara 64 ton bawang merah masuk PIKJ. “Perkiraan pekan depan sudah kembali normal. Dibilang normal kalau masuknya bawang merah ke Induk sekitar 25 mobil atau setara 90 – 100 ton sehari,” jelasnya. Hal tersebut dibenarkan Jhon Munthe, yang juga salah satu bandar bawang merah di PIKJ. “Hari Minggu nanti juga mungkin sudah normal lagi. Sudah selesai lebaran soalnya”, jelas Munthe.

Harga bawang merah di PIKJ untuk kualitas super di angka Rp 40.000 hingga 45.000/kg, sedangkan untuk kualitas medium di angka Rp 35.000 – 38.000/kg. Bawang yang masuk Jakarta saat ini selain dari Brebes, Indramayu, Kendal, juga dipasok dari Solok Sumatera Barat. Ujang, petani sekaligus champion bawang merah asal Cimenyan Kabupaten Bandung, juga mengonfirmasi pengiriman bawang merah baru sekitar 30% karena lapak di pasar masih banyak yang belum buka. Bahkan beberapa pasar baru 25% dari normalnya. “Harganya masih di kisaran Rp 30.000 hingga Rp 40.000 untuk jenis Batuijo. April – Mei ini panen nyambung lagi di Bandung Raya dan sekitarnya,” ungkap ujang.

Dihubungi terpisah, Direktur Sayuran & Tanaman Obat, Andi Muhammad Idil Fitri menyampaikan bahwa berdasarkan Early Warning System Bawang Merah Nasional, produksi siap konsumsi bulan April mencapai lebih dari 100.000 ton. “Pasokan April pasca lebaran secara umum aman. Banyak panenan dari Indramayu, Pantura, Solok, dan Bandung Raya yang siap mengamankan pasokan nasional”, imbuh Idil.

Sejalan dengan pernyataan Idil, Champion Bawang Merah Kabupaten Solok, Amri Ismail menjelaskan bahwa sebagai runner up sentra bawang merah nasional setelah Brebes, selalu ada pertanaman dan panenan bawang merah sepanjang tahun di Kabupaten Solok. “Kami sudah mengatur jadwal tanam bersama kelompok tani mitra Champion. Kami atur ketika di Jawa belum panen, kami panen. Demikian sebaliknya saat di Jawa bulan Mei nanti tanam raya, kami mengurangi penanaman. Hasilnya, dari awal Ramadhan sampai sekarang panenan di Solok mampu membantu pengamanan pasokan ke Jawa dengan harga terjaga baik di petani. Kami rutin kirim ke seluruh wilayah Sumatera dan sebagian Jawa”, tandasnya.

Pemerintah terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta para Champion bawang merah, untuk mengawal stabilisasi pasokan dan harga. Pasokan bawang merah diperkirakan akan kembali normal pasca lebaran dan harga berangsur turun seiring dengan normalnya kembali aktivitas petani dan pasar.(BB)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *