25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian
25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian
Pilarpertanian - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pembukaan Jambore dan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK-P4S) Nasional di Tasikmalaya, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), khususnya Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), ini menjadi momentum untuk memperkuat jejaring antarpelaku P4S, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta mendorong kontribusi nyata petani dalam pembangunan pertanian nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa P4S memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun dan memajukan sektor pertanian. Keberadaan P4S menjadi bagian penting dalam memperluas akses pembelajaran, mempercepat penyebarluasan inovasi, serta meningkatkan kompetensi petani melalui praktik dan pengalaman langsung di lapangan.
Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti, yang menyampaikan sambutan secara daring, mengatakan peringatan 25 tahun FK-P4S Nasional merupakan momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang P4S beserta kontribusinya dalam pembangunan pertanian Indonesia.
Ia menyampaikan apresiasi atas kerja keras, dedikasi, dan kontribusi seluruh pengelola P4S di Indonesia dalam mendukung pengembangan SDM pertanian. Menurutnya, P4S perlu terus diperkuat sebagai wadah pembelajaran, berbagi pengetahuan dan pengalaman (sharing knowledge), serta peningkatan kompetensi bagi pelaku utama dan pelaku usaha pertanian.
“P4S diharapkan tidak hanya semakin berkembang dan maju, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Idha menambahkan, perkembangan sejumlah P4S yang semakin maju menjadi modal penting untuk memperkuat peran petani sebagai penggerak pembelajaran dan inovasi di wilayahnya. Namun, peningkatan kualitas kelembagaan dan kapasitas SDM harus terus dilakukan agar P4S semakin produktif, inovatif, dan berdaya saing.
Ia juga mendorong seluruh P4S untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan keterampilan, serta mengadopsi dan menerapkan teknologi pertanian sesuai kebutuhan. Pemanfaatan media sosial perlu dioptimalkan sebagai sarana berbagi informasi, memperluas jejaring, dan mempromosikan inovasi maupun praktik baik yang telah dikembangkan.
Dengan langkah tersebut, P4S diharapkan semakin mandiri dan profesional dalam menyelenggarakan pembelajaran berbasis kebutuhan lapangan, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Tedi Dirhamsyah, mengapresiasi FK-P4S Nasional beserta seluruh pengurus dan pengelola P4S yang selama 25 tahun konsisten menjaga semangat kebersamaan, berbagi pengetahuan, dan mengembangkan pembelajaran pertanian berbasis pengalaman nyata.
Menurut Tedi, kekuatan utama P4S terletak pada semangat petani untuk saling belajar dan tumbuh bersama. Berawal dari kesediaan petani membuka lahan dan usaha pertaniannya sebagai tempat belajar, P4S berkembang menjadi ruang pembelajaran yang dekat dengan kebutuhan petani serta karakteristik wilayah masing-masing.
“Momentum Jambore ini hendaknya kita manfaatkan untuk saling mengenal lebih dekat, bertukar gagasan, memperluas jejaring, serta merumuskan langkah-langkah yang dapat memperkuat peran P4S di daerah masing-masing,” katanya.
Sebagai pembina P4S, Puslatan akan terus mendorong penguatan kelembagaan dan jejaring melalui koordinasi, fasilitasi, serta sinergi dengan FK-P4S dan berbagai pemangku kepentingan. Komunikasi yang berkelanjutan dinilai penting agar program pengembangan P4S semakin selaras dengan kebutuhan dan tantangan di lapangan.
Tedi juga berharap Jambore tidak berhenti sebagai ajang silaturahmi dan pertemuan antarpengelola P4S, tetapi mampu menghasilkan gagasan serta rencana tindak lanjut yang konkret. Pertukaran pengalaman selama kegiatan diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan pembelajaran, memperkuat kelembagaan, dan menerapkan inovasi setelah kembali ke daerah masing-masing.
Ia mengajak seluruh pengelola P4S untuk terus meningkatkan kualitas pelatihan, memperluas kemitraan, memperkuat kelembagaan, dan terbuka terhadap pembelajaran dari pengalaman maupun keberhasilan P4S lainnya.
Melalui Jambore dan peringatan HUT ke-25 FK-P4S Nasional, Kementan berharap semangat kolaborasi antarpelaku P4S semakin kuat. Dengan kelembagaan yang tangguh dan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, P4S diharapkan terus melahirkan petani yang kompeten, inovatif, dan produktif, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan SDM pertanian untuk mendukung swasembada pangan nasional.(ND)

