Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

25 October 2026

Mentan Amran: Kebijakan Presiden Prabowo Dongkrak Daya Beli Petani Lampung

Mentan Amran: Kebijakan Presiden Prabowo Dongkrak Daya Beli Petani Lampung
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Saat Melakukan Kunjungan Kerja ke Pringsewu, Lampung.
25 October 2026

Mentan Amran: Kebijakan Presiden Prabowo Dongkrak Daya Beli Petani Lampung

Pilarpertanian - Kebijakan Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian mulai menunjukkan dampak terhadap daya beli petani di Lampung. Penurunan harga pupuk bersubsidi, penguatan harga komoditas, hingga penghentian impor singkong disebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus menggerakkan ekonomi di wilayah perdesaan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, arah kebijakan Presiden Prabowo menempatkan petani sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika biaya produksi lebih terkendali dan harga hasil panen membaik, petani memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menggerakkan perekonomian daerah.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden, harga pupuk bersubsidi turun. Kemudian untuk singkong, kami diperintahkan menghentikan impor. Hasilnya, harga singkong yang sebelumnya sekitar Rp700 per kilogram sekarang mencapai Rp3.000 per kilogram,” ujar Amran di Pringsewu, Lampung, Minggu (25/10).

Menurut Mentan Amran, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat posisi petani dalam rantai ekonomi. Pemerintah ingin memastikan manfaat pembangunan tidak hanya berhenti di tingkat perdagangan dan industri, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat yang memproduksi pangan dan komoditas pertanian.

Dampak kebijakan tersebut juga tercermin pada perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP). Mentan Amran menyebut NTP telah mencapai angka 131,11 yang menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah. Indikator ini penting karena menggambarkan perbandingan indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani, sehingga dapat menjadi salah satu ukuran untuk melihat perkembangan daya beli petani.

“Nilai tukar petani sekarang 131, tertinggi selama Republik ini berdiri. Inilah karena kebijakan-kebijakan kita, serta kolaborasi pemerintah pusat dan daerah,” kata Mentan Amran.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa padi, jagung, dan singkong merupakan komoditas penting bagi masyarakat Lampung. Ia menyebut hampir 60 persen masyarakat Lampung berkaitan dengan ketiga komoditas tersebut, sehingga perubahan harga dan biaya produksi pertanian memiliki pengaruh luas terhadap perekonomian daerah.

”Semenjak Pak Prabowo menjadi presiden, harga pupuk murah, kemudian harga komoditas jadi ikut naik, padi naik, jagung naik, singkong naik,” ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, perbaikan kondisi sektor pertanian turut diikuti oleh meningkatnya sejumlah indikator konsumsi masyarakat.

”Petani-petani di sini alhamdulillah mendapatkan kejadian yang sangat luar biasa. Investasi yang salah satunya adalah tingkat konsumsi. Kami melihat indikator-indikator konsumsi dari provinsi Lampung, yang pertama itu pembelian mobil,” ungkap Rahmat.

Data Pemerintah Provinsi Lampung mencatat jumlah kendaraan bermotor baru pada semester I 2026 mencapai 83.515 unit, naik 22,15 persen dibandingkan 68.370 unit pada semester I 2025.

Kenaikan juga terlihat pada kendaraan roda dua yang bertambah 19,90 persen, dari 62.464 unit menjadi 74.892 unit. Sementara itu, kendaraan roda empat meningkat 22,15 persen secara agregat, dari 5.906 unit menjadi 7.213 unit berdasarkan penjumlahan kategori kendaraan roda empat pada data tersebut.

“Pembelian kendaraan di kabupaten-kabupaten pertanian meningkat. Kami juga melihat indikator konsumsi lain yang tumbuh. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi di wilayah pertanian bergerak,” ujar Rahmat.

Data tersebut menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi masyarakat, meskipun peningkatan pembelian kendaraan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh kenaikan berasal dari pendapatan petani atau kebijakan pertanian. Rahmat melihat perkembangan itu sebagai bagian dari dinamika ekonomi yang perlu dibaca bersama indikator lainnya.

”Dan karena kebijakan-kebijakan itu, hari ini Lampung menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi nomor dua terdekat di Sumatera. Ini semua karena kebijakan petani. Terima kasih,” ujar Rahmat.

Selain perbaikan harga komoditas, Pemprov Lampung juga mendorong peningkatan nilai tambah hasil pertanian melalui hilirisasi. Di Lampung, singkong yang sebelumnya banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah mulai dikembangkan menjadi produk olahan, termasuk tepung mocaf. Upaya ini membuka peluang agar nilai ekonomi komoditas tidak hanya dinikmati pada tahap produksi, tetapi juga melalui pengolahan di tingkat desa.

Rahmat mengatakan, pengembangan produk turunan singkong menjadi salah satu langkah untuk memperluas pasar dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ia menyampaikan adanya rencana ekspor mocaf ke Amerika Serikat pada bulan berikutnya.

“Ini semua terjadi karena kebijakan Presiden yang tepat menaikkan harga komoditas, menjaga petani-petani kita semangat untuk melakukan hilirisasi,” ungkap Rahmat.

Mentan Amran menegaskan pemerintah akan terus mendukung kebijakan dan regulasi yang berpihak kepada petani. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah agar persoalan yang dihadapi petani dapat ditangani secara cepat dan tepat.

“Kami mendukung apa yang dibutuhkan petani. Regulasi yang diperlukan untuk kepentingan dan keuntungan petani akan kami selesaikan,” tegasnya.(BB)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *