Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

04 December 2017

Neraca Perdagangan Sektor Pertanian Tumbuh 70 Persen

Neraca Perdagangan Sektor Pertanian Tumbuh 70 Persen
04 December 2017

Neraca Perdagangan Sektor Pertanian Tumbuh 70 Persen

Pilarpertanian - Pilar, – Implementasi kebijakan dan program terobosan peningkatan swasembada pangan di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara nyata telah meningkatkan produksi pangan strategis sekaligus kesejahteraan petani.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Berdasarkan Angka Ramalan (ARAM) II hasil sinkronisasi BPS dengan Kementerian Pertanian (Kementan), produksi padi tahun 2017 sebesar 81,3 juta ton atau naik 15 persen dibanding 2014. Begitu pun produksi jagung tahun 2017 sebesar 27,9 juta ton naik 37 persen, aneka cabai 1,90 juta ton naik 1,5 persen dan bawang merah 1,42 juta ton naik 15,3 persen dari tahun 2014.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Menurut Kepala Subbidang Data Ekonomi Pertanian, Pusat Data dan Sistem Informasi, Kementan, Abiyadun, implementasi kebijakan dan program terobosan Mentan Amran tidak sebatas berdampak pada peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Hal yang mengejutkan yakni berdampak pada membaiknya kinerja neraca perdagangan sektor pertanian.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Berdasarkan data BPS, nilai neraca perdagangan sektor pertanian Januari hingga Oktober 2017 sebesar USD 13,37 miliar atau tumbuh sebesar 70 persen dibanding periode yang sama di tahun 2016 yang nilainya hanya USD 7,86 miliar,” demikian jelasnya di Jakarta, Senin (4/12/2017).
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Abiyadun membeberkan, pertumbuhan neraca perdagangan sektor pertanian yang cukup besar ini dipengaruhi oleh volume ekspor yang tumbuh mencapai 22,57 persen. Bahkan volume impor turun 0,46 persen.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Tentu ini prestasi yang membanggakan karena sektor pertanian sebagai variabel penting yang meningkatkan nilai perdagangan Indonesia di pasar dunia,” ujarnya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Adapun beberapa komoditas pangan yang berkontribusi besar meningkatkan neraca perdagangan pertanian tersebut, di antaranya beras konsumsi, kedelai, bawang merah, daging sapi, daging ayam, telur unggas, gula rafinasi putih, pala, kelapa, kelapa sawit dan kopi. Volume ekspor semua komoditas ini pada bulan Januari hingga Oktober 2017 mengalami pertumbuhan positif dan volume impornya turun dibandingkan periode yang sama tahun 2016.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Misalnya, pada bulan Januari hingga Oktober 2017, ekspor beras konsumsi mencapai 3.434 ton sementara pada periode yang sama tahun 2016 hanya 79 ton, sehingga ekspor tumbuh mencapai 4.227 persen dan impor turun 100 persen,” papar Abiyadun.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Selain beras konsumsi, komoditas pangan yang mengalami pertumbuhan ekspor yang fantastis yakni bawang merah. Volume ekspor bawang merah bulan Januari hingga Oktober 2017 sebesar 5.479 ton sedangkan pada Januari hingga Oktober 2016 hanya 625 ton.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Artinya telah terjadi pertumbuhan ekspor bawang merah sebesar 700 persen,” tegas Abiyadun.(LH).
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
 

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *