Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

14 September 2017

Raker BKP Upaya Sinergikan Pembagunan Ketahanan Pangan

Raker BKP Upaya Sinergikan Pembagunan Ketahanan Pangan
14 September 2017

Raker BKP Upaya Sinergikan Pembagunan Ketahanan Pangan

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian akan telah melakukan berbagai kegiatan dan terobosan untuk meningkatkan produksi pertanian, diantarnya melalui pengembangan infrastruktur pertanian melalui perbaikan jaringan irigasi, optimasi lahan, dan penggunaan alat serta mesin pertanian.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Lewat program ini, terbukti angka produksi pertanian di Indonesia meningkat tajam. Pada 2016 produksi beras sudah mencapai 79,1 juta ton, atau naik 4,97 persen dari tahun 2015. Dan angka ini merupakan yang tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Meskipun El Nino yang melanda Indonesia sempat merusak luasan area pertanian, tapi lewat program ini, pasokan beras dalam negeri berhasil diamankan.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Hal itu diungkap Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi saat membuka Rapat Kerja Badan Ketahanan Pangan dalam rangka Percepatan Kegiatan TA 2017 dan Rancangan Kegiatan TA 2018, di IPB Convention Center, Bogor, Kamis (14/9).
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Lebih lanjut menurut Mentan, satu hal penting dari pecapaian yang tak ternilai harganya adalah meningkatnya kesejahteraan petani, yang ditunjukan dengan adanya trend meningkatnya Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) sebesar 2,99 % dalam 2 tahun terakhir.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Pemerintah, kata dia, juga akan terus berupaya melakukan kesinambunhan produksi komoditas pertanian strategis seperti cabai dan bawang merah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Mentan juga yakin, peningkatan produksi pangan pokok dan strategis dengan harga yang stabil dan terjangkau, akan meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pangan. “Untuk itu saya minta agar Badan Ketahanan Pangan dapat berperan aktif mengawal stabilisasi pasokan dan harga pangan ini,” tegas Mentan.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
 
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Membangun sistem pangan
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Rapat kerja Badan Ketahanan Pangan yang berlangsung sampai besok ini diikuti seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, seperti lintas kementerian, BUMN, dinas ketahanan pangan seluruh Indonesia, swasta dan sebagainya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Acara ini menjadi momen strategis untuk mensinergikan program dan kegiatan baik pemerintahh maupun swasta, untuk bersama-sama menyukseskan program ketahanan pangan, khususnya program stabilisasi harga pangan, gerakan diversivikasi konsumsi pangan, serta program pengentasan wilayah rentan-rawan pangan.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi mengatakan, pertemuan ini diharapkan dapat bersama-sama membangun sistem pangan yang kokoh, sebagai pondasi utama dalam memperkuat kedaulatan dan kemandirian bangsa.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Untuk sinergitas penanganan wilayah rentan rawan pangan, BKP akan menjadikan peta ketahanan dan kerentanan pangan, atau yang dikenal sebagai Food Security and Vulnerability Atlas, sebagai basis dalam penetapan lokasi kegiatan BKP,” pungkas Agung. (AW)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *