Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

02 October 2020

Tanam 1.050 Batang Talas Beneng, Kementan Siapkan Pembangunan Eduwisata

Tanam 1.050 Batang Talas Beneng, Kementan Siapkan Pembangunan Eduwisata
Foto : Kegiatan Tanam Bibit Talas Beneng yang Mempunyai Banyak Potensi.
02 October 2020

Tanam 1.050 Batang Talas Beneng, Kementan Siapkan Pembangunan Eduwisata

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian melalui salah satu UPT nya, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor tengah menyiapkan lokasi pengembangan penanaman talas beneng menjadi area eduwisata.

Hal ini dikemukakan saat dilakukan kegiatan penanaman 1.050 bibit talas beneng. Area tanam tersebar di seluruh area seluas 2,7 ha di yang dipusatkan di area Obor Pangan Lestari (OPAL) di Komplek Bina Karakter, PPMKP Ciawi.

Yusral Tahir Kepala PPMKP menyampaikan pengembangan talas beneng dilirik karena tanaman ini sarat potensi.

“Kita menanam talas beneng, karena talas ini memiliki potensi yang luar biasa. Dalam usia empat bulan sudah bisa panen daun. Daun ini bisa dijadikan tembakau herbal dan sudah diekspor ke beberapa negara diantaranya Australia,“ ujar Yusral Tahir.

Konsep eduwisata sejalan dengan roadmap diversifikasi pangan lokal sumber karbohidrat non beras yang diluncurkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). “Roadmap diversifikasi pangan dari hulu hingga hilir, meliputi produksi, pasca panen, stok dan pengolahan, pemasaran hingga pemanfaatan berupa edukasi ke masyarakat”,

Dalam kesempatan ini, menghadirkan Dudi Supriyadi penggiat talas beneng, yang juga koordinator model Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani Kecamatan Mandalawangi sebagai pemandu, diikuti pegawai dan petugas kebun.

Dudi Supriyadi menyambut baik rencana pengembangan eduwisata talas beneng.

“Melihat optimalisasi lahan di sekitar opal setidaknya bisa di poles menjadi daya tarik wisata untuk internal dan umum,“ ujar Dudi.

Lebih lanjut dipaparkan Dudi, talas beneng dapat diolah menjadi aneka makanan, hal ini membuka peluang pemberdayaan masyarakat sekitar untuk mengolah dan menjajakan hasil karya olahan talas. “Olahan talas bisa jadi brownies, ice cream, talas, pizza talas, cookies talas dan lain – lain,“ ungkap nya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, situasi saat ini (pandemic) harus dimanfaatkan untuk memproduksi pangan lokal baik secara on-farm maupun off-farm. “Dengan situasi pandemi yang masih berlangsung ini, kita harus terus menggenjot produksi pangan lokal. Apalagi Indonesia kaya akan pangan lokal seperti sagu, singkong, jagung, ubi, talas dan lainnya,” tegas Dedi.(ND)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *