Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

22 June 2026

Warehouse Hilirisasi Perkebunan Diserbu Pengunjung PENAS XVII, Penasaran Bioreaktor CPO Jadi B100

Warehouse Hilirisasi Perkebunan Diserbu Pengunjung PENAS XVII, Penasaran Bioreaktor CPO Jadi B100
Pengunjung PENAS XVII terus mengalir mengunjungi warehouse hilirisasi perkebunan untuk mengetahui perkembangan dan proses serta output dari hilirisasi produk-produk perkebunan
22 June 2026

Warehouse Hilirisasi Perkebunan Diserbu Pengunjung PENAS XVII, Penasaran Bioreaktor CPO Jadi B100

Pilarpertanian - Gorontalo ; Warehouse Hilirisasi Perkebunan di PENAS XVII Gorontalo diserbu ribuan pengunjung yang penasaran teknologi bioreaktor CPO jadi B100.

Memasuki hari kedua Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo, kawasan Gelar Teknologi (Geltek) menjadi salah satu titik paling ramai dikunjungi peserta dan masyarakat.

Ribuan pengunjung dilaporkan memadati area pameran sejak pagi, dengan salah satu lokasi yang paling menyedot perhatian adalah Warehouse Hilirisasi Perkebunan.

Sejak dibuka pukul 08.00 WITA, area ini langsung dipenuhi petani, penyuluh, mahasiswa, pelaku usaha, hingga perwakilan pemerintah daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Antusiasme pengunjung terlihat dari antrean yang terus mengalir untuk melihat langsung berbagai inovasi teknologi perkebunan yang ditampilkan.

Daya tarik utama di Warehouse Hilirisasi Perkebunan adalah teknologi bioreaktor yang diperkenalkan oleh Kementerian Pertanian RI melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, bersama Direktorat Jenderal Perkebunan dan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.

Teknologi tersebut menjadi sorotan karena menawarkan solusi energi alternatif berbasis minyak sawit mentah atau CPO untuk menghasilkan biosolar B100.

Inovasi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong transisi energi nasional berbasis sumber daya domestik, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

Banyak pengunjung terlihat antusias mengajukan pertanyaan kepada petugas dan tenaga teknis yang berjaga di lokasi.

Para petugas warehouse hilirisasi perkebunan berfoto bersama disela kesibukan memberikan penjelasan kepada para pengunjung PENAS XVII

Mereka ingin mengetahui lebih jauh mengenai proses konversi CPO menjadi biodiesel B100, serta peluang implementasinya di daerah masing-masing.

Selain B100, pengunjung juga diperkenalkan pada pengembangan biodiesel bertahap seperti B35 hingga B50 yang tengah didorong pemerintah sebagai bagian dari penguatan bauran energi nasional.

Tidak hanya itu, pemanfaatan limbah perkebunan untuk energi terbarukan seperti biogas dan biopelet juga turut menjadi materi edukasi yang menarik perhatian.

Suasana interaktif tampak mendominasi area pameran.

Diskusi antara pengunjung dan narasumber berlangsung aktif, mulai dari kalangan petani hingga akademisi dan pelaku industri.

Banyak di antara mereka menilai bahwa konsep hilirisasi perkebunan tidak lagi sekadar peningkatan produksi, tetapi sudah mengarah pada penguatan nilai tambah melalui inovasi energi dan industri turunan.

Menurut sejumlah pengunjung, kehadiran teknologi bioreaktor CPO menjadi gambaran konkret bagaimana sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, dapat berperan lebih luas dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Penyelenggara PENAS XVII menegaskan bahwa pameran teknologi seperti ini dirancang untuk mempercepat diseminasi inovasi pertanian dan perkebunan ke masyarakat luas.

Harapannya, teknologi yang ditampilkan tidak hanya berhenti di level pameran, tetapi dapat diadopsi secara nyata di berbagai daerah.

Dengan tingginya animo pengunjung di hari kedua, Warehouse Hilirisasi Perkebunan dipastikan menjadi salah satu magnet utama PENAS XVII, sekaligus menegaskan arah baru pembangunan sektor perkebunan Indonesia yang berbasis inovasi, hilirisasi, dan kemandirian energi.(AgW)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *