Wisuda Nasional Polbangtan dan PEPI, Cetak SDM Unggul Pertanian
Wisuda Nasional Polbangtan dan PEPI, Cetak SDM Unggul Pertanian
Pilarpertanian - Kementerian Pertanian (Kementan) mewisuda sebanyak 1.532 lulusan pendidikan tinggi vokasi pertanian pada Wisuda Nasional Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, para lulusan Polbangtan dan PEPI merupakan SDM pertanian yang telah dipersiapkan untuk siap terjun ke dunia kerja dan berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional.
“Hari ini kita mewisuda sekitar 1.500 lulusan pendidikan vokasi dari Polbangtan dan PEPI yang akan berkontribusi di bidang pertanian. Anak-anak ini siap kerja karena selama pendidikan memang sudah dipersiapkan sebagai pekerja di bidang pertanian,” ujar Amran.
Menurut Amran, sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan pertanian nasional. Karena itu, lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki peran penting sebagai penggerak transformasi pertanian Indonesia.
“Kekuatan lulusan vokasi bukan hanya pada apa yang diketahui, tetapi pada apa yang mampu dikerjakan dan masalah apa yang mampu diselesaikan. Lulusan Polbangtan dan PEPI harus menjadi problem solver sekaligus penggerak pertanian modern,” tegasnya.
Amran juga mendorong para lulusan untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pencipta lapangan kerja melalui pengembangan usaha pertanian berbasis inovasi dan teknologi.
“Mulailah bertanya usaha apa yang dapat dibangun, berapa orang yang dapat dipekerjakan, dan berapa petani yang dapat diajak bermitra. Saya ingin lahir agripreneur-agripreneur muda dari Polbangtan dan PEPI,” katanya.
Para wisudawan dan wisudawati berasal dari tujuh perguruan tinggi vokasi lingkup Kementerian Pertanian, yakni Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Polbangtan Malang, Polbangtan Gowa, Polbangtan Manokwari, serta Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI). Sebanyak 1.532 lulusan tersebut berasal dari 27 program studi yang disiapkan untuk mendukung pembangunan pertanian modern, swasembada pangan, dan hilirisasi pertanian.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan pendidikan vokasi pertanian terus diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis sesuai bidangnya, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, kewirausahaan, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi pertanian.
Menurutnya, lulusan Polbangtan dan PEPI dipersiapkan tidak hanya sebagai pencari kerja (job seeker), tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja (job creator) yang mampu berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional.
“Para lulusan diharapkan menjadi kekuatan baru SDM pertanian Indonesia, baik sebagai agripreneur, tenaga profesional di dunia usaha dan dunia industri, pendamping petani, tenaga teknis, maupun aparatur pertanian yang mampu mendorong kemajuan sektor pertanian,” ujar Santi.
Ia menambahkan, pembangunan pertanian membutuhkan SDM yang mampu menguasai inovasi dan teknologi sekaligus memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi dan pengembangan usaha pertanian.
Pada Wisuda Nasional tahun ini, Polbangtan Yogyakarta-Magelang meluluskan 311 mahasiswa, Polbangtan Bogor 281 mahasiswa, Polbangtan Gowa 268 mahasiswa, Polbangtan Malang 247 mahasiswa, Polbangtan Medan 185 mahasiswa, Polbangtan Manokwari 114 mahasiswa, dan PEPI 126 mahasiswa.
Di antara para lulusan tersebut terdapat mahasiswa asal Republik Demokratik Timor-Leste yang turut menyelesaikan pendidikan vokasi pertanian di lingkungan Kementerian Pertanian.
Melalui Wisuda Nasional Tahun 2026 ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda pertanian yang unggul, profesional, berintegritas, dan berdaya saing untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan, hilirisasi, serta modernisasi pertanian Indonesia.(BB)

